Menjalin komunikasi, Berkarya Ilmiah, Profesional dan bersatu berantas korupsi
Sabtu, 04 Juni 2011
Blogger: MGBK Kab. Gowa - Status Publikasi
Blogger: MGBK Kab. Gowa - Status Publikasi: "- Sent using Google Toolbar"
Jumat, 03 Juni 2011
Kamis, 02 Juni 2011
Minggu, 22 Mei 2011
TEKNIK KONSELING
Teknik-teknik Konseling Behavioral
A. Konsep Dasar
Konsep dasar yang dipakai oleh Behavior Therapy adalah belajar. Belajar yang dimaksud adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan bukan karena kematangan. Teori Belajar yang dipakai dalam pendekatan ini sebagai aplikasi dari percobaan-percobaan tingkah laku dalaam laboratorium.
Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.
Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar :
- Pembiasaan klasik
- Pembiasaan operan
- Peniruan.
Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidakpuasan yang diperolehnya. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar, sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.
Adapun karakteristik konseling behavioral adalah :
- berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik
- Memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling
- Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien
- Penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling.
B. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah
Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat, yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah.
Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar
C. Tujuan Konseling
- Menghapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untukdigantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien
- Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik : (a) diinginkan oleh klien; (b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut; (c) klien dapat mencapai tujuan tersebut; (d) dirumuskan secara spesifik
- Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling.
D. Deskripsi Proses Konseling
Proses konseling adalah proses belajar, konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut.
Konselor aktif :
- Merumuskan masalah yang dialami klien dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak
- Konselor memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling, khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling
- Konselor mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya.
Deskripsi langkah-langkah konseling :
- Assesment, langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya, kekuatan dan kelemahannya, pola hubungan interpersonal, tingkah laku penyesuaian, dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.
- Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
(a) Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien
(b) Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling
(c) Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien :
- apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien;
- apakah tujuan itu realistic
- kemungkinan manfaatnya;
- kemungkinan kerugiannya
- Konselor dan klien membuat keputusan apakahmelanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai, atau melakukan referal.
- Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.
- Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.
- Feedback, yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling.
Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk.
E. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral
- Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.
- Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan.
- Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan.
- Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film, tape recorder, atau contoh nyata langsung).
- Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial.
Teknik Konseling Behavorial
Latihan Asertif
Teknik ini digunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung, kesulitan menyatakan tidak, mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini.
Desensitisasi Sistematis
Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Jadi desensitisasi sistematis hakikatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif biasanya merupakan kecemasan, dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan.
Pengkondisian Aversi
Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut.
Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.
Pembentukan Tingkah laku Model
Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien, dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model, dapat menggunakan model audio, model fisik, model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial.
Covert Sensitization
Teknik ini dapat digunakan untuk merawat tingkah laku yang menyenangkan klien tapi menyimpang, seperti homosex, alcoholism. Caranya: Belajar rileks dan diminta membayangkan tingkah laku yang disenangi itu. Kemudian di saat itu diminta membayangkan sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya. Misalnya, seorang peminum, sambil rileks diminta untuk membayangkan minuman keras. Di saat gelas hamper menyentuh bibirnya, diminta untuk membayangkan rasa muak dan ingin muntah. Hal ini diminta berulangkali dilakukan, hingga hilang tingkah laku peminumnya.
Thought Stopping
Teknik ini dapat digunakan untuk klien yang sangat cemas. Caranya klien disuruh menutup matanya dan membayangkan dirinya sedang mengatakan sesuatu yang mengganggu dirinya, misalnya membayangkan dirinya berkata “saya jahat!”. Jika klien memberi tanda sedang membayangkan yang dicemaskannya (ia berkata pada dirinya: “saya jahat!”), terpis segera berteriak dengan nyaring : “berhenti!”. Pikiran yang tidak karuan itu segera diganti oleh teriakan terapis. Klien diminta berulang kali melakukan latihan ini, hingga dirinya sendiri sanggup menghentikan pikiran yang mengganggunya itu.
Referensi:
Akhmad Sudratajat. 2008. Pendekatan Konseling Behavioral. dalamhttp://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/23/pendekatan-konseling-behavioral/
DYP Sugiharto, Dr. , M.Pd. Pendekatan-Pendekatan Konseling. (Makalah)
Sayekti Pujosuwarno, Dr, M.Pd. 1993. Berbagai Pendekatan dalam Konseling. Menara Mas Offset
http://ewintri.co.cc/index.php/bimbingan-konseling/1-bimbingan-konseling/13-teknik-konseling-behavorial.html
mau situs blog anda menghasilkan uang?
Teman dekat saya, Anton, adalah seorang juragan properti di Jakarta. Dia pernah bilang ke saya bahwa kalau kita lempar biji jagung ke langit, kemungkinan akan jatuh di tanah, rumah, apartemen atau gedung milik dia.
Nah saya tidak berani bicara soal properti karena tidak seperti Anton, properti milik saya hanya satu Kijang Innova hitam yang kemarin ditabrak pak bajaj yang lagi ngantuk. Tapi saya di sini memberanikan diri untuk berbicara tentang properti yang tidak bisa disentuh dan tidak ada surat hak miliknya. Dalam bahasa Inggris, yang saya bicarakan ini biasa disebut web property.
Setiap situs itu ada halamannya. Ambil saja contoh si Solihin, OB di kantor SITTI. Dia punya situs mempromosikan dirinya sebagai cowok metropolitan yang bekerja di perusahaan teknologi di Jakarta. Gadis-gadis di kampung Solihin sering “datang” dan masuk ke situs Solihin ini. Pertama satu atau dua orang. Lama kelamaan 217 gadis single di kampung Solihin mulai secara rutin mendatangi situs Solihin ini.
217 gadis datang dua kali sehari. Artinya gadis-gadis single yang banyak dari pesantren ini memberikan 2 pageview seharinya. Pageview, adalah sebuah terminologi yang mendeskripsikan berapa kali suatu halaman situs dibaca (baca:view) oleh mata orang.Dengan kata lain, situs Solihin si anak metropolitan mampu mendatangkan 434 pageview/hari (217 x 2). Coba bayangkan dalam setahun, situs si Solihin ini akan dapat mendatangkan pageview sebanyak 158.410 (434 x 365 hari)!
Dengan begitu, waktu Solihin mudik, dia bisa jualan pageview ini ke warteg Ibu Jurhada supaya mulai beriklan di situs “Solihin Anak Metropolitan” karena dilihat 158.000 kali dalam setahun oleh gadis-gadis kampungnya.
Ini adalah esensi web property. Tidak bisa disentuh atau diukur secara meter persegi tapi tetap ada harganya.
Punya blog? Kalau belum, buatlah blog. Buatlah situs seperti Solihin. Karena setiap halaman situs atau blog adalah web property yang bisa menghasilkan uang. Kalau malas jualan iklan sendiri, di sinilah SITTI bisa membantu. Datang ke sitti.co.id, download skrip SITTI lalu pasang di blog Anda. Dengan begini, halaman Anda sudah termasuk secara otomatis menjadi bagian dari pageview yang dijual oleh tim SITTI lalu penghasilannya mayoritas untuk Anda. Dengan demikian Anda tidak harus menjual halaman Anda satu persatu karena berdasarkan data bulan September 2010 hingga Januari 2011, total pageview SITTI sudah mencapai 272 juta. Setiap halaman akan mendapatkan pemasukan berdasarkan konteksnya masing-masing.
Dengan pageview sebesar itu, siapa yang tidak tergiur? Anton si juragan properti pun akan ngiler untuk beriklan di SITTI. Sedangkan Solihin, puas dengan peforma situs “Solihin Anak Metropolitan”, bukan tidak mungkin membuat situs-situs lain seperti blog “Kisah Solihin OB Juara” atau situs “Makan Siang Murah Meriah” untuk menggapai cita-citanya menjadi koki terkenal. Sehingga kali lain saya lempar biji jagung ke langit web, kemungkinan akan jatuh ke salah satu properti milik Solihin.
Ah Solihin meuni keren pisan!
Nubruk Sampai Pecah
Kalau berdasarkan thesaurus bahasa Inggris, kata-kata breakthrough memiliki definisi sebagai berikut: “Improvement, progress in development” Dengan kata lain, breakthrough adalah sesuatu perkembangan positif atau progres yang diharapkan. Terlalu akademis menurut saya. Bikin ngantuk.
Saya lebih suka versinya Solihin, si OB di kantor saya. Dia bilang bahwa break itu pecah dan through itu “nubruk”. Jadi untuk dia breakthrough artinya menubruk sesuatu sampai pecah. Saya sangat suka definisinya Solihin. Because of its utter simpli city. Selain itu menubruk sampai pecah bisa diartikan dalam banyak hal tanpa basa basi akademis seperti “perkembangan atau progress yang diharapkan”.
Dalam berkarya, sesuatu yang memiliki karakter dan keunikan sendiri hanya bisa diberikan ke mereka yang berhasil melampau batas-batas normatif. Kalau tidak, apapun itu, hanya sesuatu yang sering kita bilang masuk dalam kategori “biasa banget”.
Di dunia teknologi, nubruk sampai pecah dilakukan oleh Steve Jobs dan Apple. Sebelum mereka buat iPad, kita selalu bilang bahwa komputer harus ada tombol-tombol huruf seperti mesin ketik. Apple bertanya, “Kenapa harus begitu?”. Dan mereka membuat iPad dengan design yang sangat simple tetapi sangat user friendly dan very very cool. The rest is history karena Apple nubruk sampai pecah semua batas-batas normatif sebuah komputer.
Kita lihat Google dengan sistim advertising mereka yang disebut AdWords. Di jaman di mana semua perusahaan membeli sistem iklan banner dangan gambar – gambar menarik di Internet, Google bilang, “Kenapa nggak text aja ya?”. Sekarang iklan text Google yang awalnya disebut membosankan itu menjadi benchmark iklan internet sampai menguasai hampir 60% dari share advertising di internet. Sekali lagi, Google menubruk sampai pecah batas – batas normatif iklan di Internet.
SITTI adalah perusahaan start up yang saya rintis sejak setahun yang lalu. SITTI juga dimulai dengan bertanya, “Kalau perkembangan populasi Internet di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia, kenapa ya pemain bisnis internet terbesar di Indonesia tidak ada satu juga pemain lokal?” Gak percaya? Coba lihat Top 5 situs yang paling sering diakses sama orang Indonesia. Facebook, Google.com, Google.co.id, Blogger, Yahoo. Pemain lokalnya ke mana ya?
Saya suka Facebook. Saya cinta Google. Istri saya punya blog pake Blogger. Email saya pakai Yahoo. Saya nggak peduli mereka pake merah putih atau tidak. Saya peduli mereka memberikan saya servis yang saya mau.
Saya adalah Anda semua. Di Internet, saya nggak pake merah putih atau baju merah dengan garuda di dadaku. Saya pakai satu topi; my own self interest. Jadi saya sebagai bagian dari SITTI bertanya lagi: Pemain lokalnya ke mana ya?
Di sinilah saya akhiri artikel ini. Karena SITTI baru mulai bertanya. Jadi kita mau nubruk dan mau sampai pecah. Kita mau menjadi breakthrough. Tapi sampai saat itu terjadi, saya hanya ingin bertanya dan berharap bahwa banyak pemain digital lainnya yang juga bertanya. Siapa tahu dengan bertanya seperti Apple dan Google, beberapa tahun lagi kita bisa bilang bahwa di dunia digital kita sukses jadi tuan rumah di negara sendiri.
Gubrak! *kan begitu bunyinya nubruk.
@AndySjarif
CEO SITTI
CEO SITTI
Selasa, 17 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
KIAT MENDAPATKAN DANA
Kiat Mendapatkan Dana untuk Kegiatan Internet di Sekolah
Keadaan Indonesia
Dalam era baru ini banyak sekolah yang sudah melaksanakan proses Managemen Berbasis Sekolah telah mampu mengatasi permasalahan dana dan solusinya.
Yang penting sekarang adalah bagaimana kepala sekolah dan semua lingkungan sekolah tersebut bekerjasama untuk mencapai pengembangan sekolah yang diinginkan. Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan transparan.
Jika Anda ingin mengembangkan fasilitas Internet di sekolah maka peralatan seperti komputer dan modem bukan merupakan hal utama. Masalah utama yaitu tersedianya proposal yang rasional dan jelas serta menguntungkan bagi siswa/i
Hal selanjutnya adalah cara mensosialisasikan proposal tersebut kepada semua lingkungan sekolah. Sebaiknya membentuk suatu "Tim Pengembangan Sekolah" termasuk didalamnya adalah wakepsek, guru, siswa/i, BP3, dan tokoh masyarakat.
Kalau semua lingkungan sekolah sudah memahami dan mendukung konsep tersebut tidaklah sulit untuk melaksanakan program "proyek" ini. Disebut "proyek" karena sekarang semua sekolah harus punya rencana pembangunan sekolah termasuk beberapa "proyek sekolah" yang bisa dihasilkan bersama-sama dengan lingkungannya secara mandiri.
Walapun keadaan ekonomi keluarga sekarang sedang susah namun kita harus tetap bertanggungjawab atas kebutuhan masa depan anak kita. Kalau orangtua siswa/i dan lingkungan sekolah percaya terhadap program tersebut (proyek sekolah) tentu mereka akan mendukungnya.
Jika kita hitung biaya peralatan komputer modem dsb sekitar lima juta Rupiah dan jumlah siswa/i sekitar 800 ratus orang, maka biaya yang dikeluarkan setiap keluarga adalah : Rp 6,250 .
Besarnya biaya tersebut dapat dikurangi dengan cara-cara berikut : - Adanya sebagian anggaran yang dialokasikan dari sekolah untuk proyek ini dan sekaligus membuktikan bahwa proyek ini penting bagi sekolah.
- Mensosialisasikan proyek ini kepada dunia industri dan bisnis di daerah sekitar sekolah untuk mendapatkan sponsorship.
- Siswa-siswi bisa mengumpulkan dana dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan uang seperti kegiatan bazar, dsb.
- Dengan melakukan pinjaman dari bank tetapi ini merupakan pilihan terakhir.
* Sebaiknya membeli peralatan di toko di daerah sekitar sekolah supaya garansi yang didapat gampang digunakan dan mendapatkan bantuan untuk memasang fasilitasnya jika diperlukan. Untuk itu kenalilah personel atau pemilik toko dengan baik.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Sebelum kita dapat membahas isu-isu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kita perlu membahas secara lebih dalam isu-isu dan prioritas untuk pendidikan yang bermutu dan tujuannya KBM dalam proses mengarah ke pendidikan yang bermutu.
Apakah tujuan KBM adalah untuk menyampaikan informasi tertentu (pengetahuan) atau mengajar salah satu "skill" (keterampilan) kepada pelajarnya? Atau ada tujuan yang lebih luas?
Kami masih ingat pada waktu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) baru muncul di Indonesia secara formal. Di lapangan banyak guru sedang bingung. Bingung karena ada beberapa hal termasuk banyak kompetensi yang disebut dalam kurikulum yang bukan kompetensi, atau sangat sulit diukur. Salah satu masalah besar adalah guru-guru bingung karena mereka tidak dapat percaya bahwa mereka akan punya cukup waktu untuk mengajar les masing-masing untuk menyampaikan dan "assess" (menilaikan) begitu banyak kompetensi.
Padahal ini bukan masalah karena kita tidak perlu mengajar kompetensi-kompetensi itu masing-masing. Di dalam satu kelas kita dapat mengajar beberapa kompetensi sekalian dan juga assess beberapa kompetensi sekalian.
Sebenarnya di setiap kelas kita wajib untuk mengajar sebanyak kompetensi mungkin dalam waktunya bila memakai KBK atau tidak.
Apa itu Pendidikan Yang Bermutu?
Sebetulnya ada banyak definisi untuk pendidikan yang bermutu tetapi kami merasa bahwa definisi ini dari UNICEF (di bawah) adalah cukup lengkap:
Apakah tujuan KBM adalah untuk menyampaikan informasi tertentu (pengetahuan) atau mengajar salah satu "skill" (keterampilan) kepada pelajarnya? Atau ada tujuan yang lebih luas?
Kami masih ingat pada waktu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) baru muncul di Indonesia secara formal. Di lapangan banyak guru sedang bingung. Bingung karena ada beberapa hal termasuk banyak kompetensi yang disebut dalam kurikulum yang bukan kompetensi, atau sangat sulit diukur. Salah satu masalah besar adalah guru-guru bingung karena mereka tidak dapat percaya bahwa mereka akan punya cukup waktu untuk mengajar les masing-masing untuk menyampaikan dan "assess" (menilaikan) begitu banyak kompetensi.
Padahal ini bukan masalah karena kita tidak perlu mengajar kompetensi-kompetensi itu masing-masing. Di dalam satu kelas kita dapat mengajar beberapa kompetensi sekalian dan juga assess beberapa kompetensi sekalian.
Sebenarnya di setiap kelas kita wajib untuk mengajar sebanyak kompetensi mungkin dalam waktunya bila memakai KBK atau tidak.
Apa itu Pendidikan Yang Bermutu?
Sebetulnya ada banyak definisi untuk pendidikan yang bermutu tetapi kami merasa bahwa definisi ini dari UNICEF (di bawah) adalah cukup lengkap:
- Pelajar yang sehat, mendapat makanan bergizi yang cukup dan siap berpartisipasi dalam proses belajar, yang didukung dalam proses pembelajaran oleh keluarga dan linkungannya.
- Environmen yang sehat, aman, melindungi dan "gender-sensitive", dan menyediakan sumber-sumber pembelajaran dan fasilitas yang cukup.
- Konten dalam kurikulum dan bahan pembelajaran yang relevan untuk belajar "basic skills", khusus "literacy, numeracy and skills for life", dan pengetahuan mengenai isu-isu seperti "gender, health (kesehatan), nutrisi, HIV/AIDS prevention and peace (kedamaian)".
- Proses-proses di mana guru-guru yang terlatih menggunakan sistem pembelajaran "child centered" di kelas dan sekolah yang di-manage dengan baik dan di mana ada penilaian yang baik untuk melaksanakan pembelajaran dan menurunkan isu-isu perbedaan.
- Outcomes yang termasuk pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap, dan berhubungan dengan tujuan-tujuan (goals) nasional untuk pendidikan dan partisipasi sosial yang positif.
Yang pertama kita harus sadar bahwa kesehatan adalah isu pendidikan. Itu sebabnya Pendidikan Network mempunyai bagian berita khusus "Pendidikan & Kemiskinan" karena isu-isu kemiskinan dan kesehatan adalah dua faktor yang sangat mempengaruhi mutu pendidikan (untuk semua) di negara kita.
"Environmen yang sehat" Puluhan ribu sekolah di negara kita adalah rusak atau ambruk. Kalau kita menuju pendidikan yang bermutu "untuk semua" ini harus sebagai prioritas utama terhadap keadilan di bidang pendidikan. Walapun sumber-sumber pembelajaran dan fasilitas adalah isu yang sangat penting semua siswa-siswi di Indonesia berhak untuk mengakses sekolah yang aman dan nyaman.
"Konten dalam kurikulum dan bahan pembelajaran yang relevan untuk belajar basic skills". Kurikulum adalah isu yang terus perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi untuk menghadapi masa depan dengan keberanian dan kreativitas, kalau negara kita berharap kemajuan.
Biasanya ada tiga kurikulum sebetulnya; kurikulum nasional, kurikulum daerah (mungkin konten lokal termasuk bahasa), dan kurikulum sekolah (mencerminkan keinginan dan kebutuhan lingkungan sekolah termasuk masyarakat dan industri). Kurikulum sekolah adalah isu yang sangat penting dan dapat di bentukkan dalam kegiatan ekstra-kurikular untuk menambah pembelajaran agama, sosial, kemandirian, keterampilan yang berhubungan dengan industri lokal (kejuruan), dll. Kurikulum sekolah dapat sangat membantu dengan isu-isu mutu SDM.
"Proses-proses di mana guru-guru yang terlatih menggunakan sistem pembelajaran child centered"
Apa maksudnya "child centered"? Child centered adalah sistem pembelajaran di mana fokus pembelajaran adalah dengan pelajar bukan guru. Guru sebagai fasilitator atau manajer proses pembelajaran. Misalnya di TK guru-guru sering mengajar anak-anak lewat kegiatan mainan. Di dalam kegiatan-kegiatan ini adalah pembelajaran misalnya pembelajaran isu sosial, hitung, bergambar, cerita dalam kata-kata sendiri, keterampilan kreativitas, dll.
Di tingkat SD sampai SMP sudah ada banyak contoh dan bukti penghasilan dari proses "Child Centered Learning" yang disebut Pengajaran Aktif, Kreatif, Efektif yang Menyenangkan (PAKEM) atau Pembelajaran Kontekstual di situs Basic Education (MBE).
Di tingkat SMU kita masih dapat menyaksikan banyak kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah menengah yang belum Student Centered. Mungkin karena masih banyak guru belum kenal dengan proses, atau seperti kami sudah mendengar di lapangan bahwa guru-guru masih ragu-ragu bahwa mereka dapat selesai menyampaikan kurikulum dalam waktunya kalau menggunakan proses PAKEM. Padahal lewat proses PAKEM siswa-siswi dapat belajar sangat cepat maupun enjoy (nikmat) pembelajaran sambil menambah pembelajaran "life skills" misalnya manajemen, kemandirian, penelitian, dll, sambil belajar topik utama#.
#Ingat di atas bahwa kami sebut "di setiap kelas kita wajib untuk mengajar sebanyak kompetensi mungkin dalam waktunya bila memakai KBK atau tidak"
Ini adalah salah satu isu yang sangat membedakan sekolah nasional dengan sekolah internasional. Beberapa sekolah nasional sudah melaksanakan proses pembelajaran kontekstual misalnya Madania di Parung, Bogor, Jawa Barat.
Di Perguruan Tinggi kita dapat menyaksikan kegiatan belajar mengajar di kebanyakan kelas yang paling pasif. Proses pembelajarannya biasanya sangat 'dosen centered' dengan mahasiswa/i dalam keadaan DM (duduk manis) dan jarang terkait dalam proses pembelajaran.
Apakah harus begini? Pasti Tidak!
Dosen-dosen, sama dengan guru-guru di sekolah, wajib untuk mengaktifkan mahasiswa/i dalam proses pembelajaran. Kita perlu menggunakan strategi-strategi, walapun kelasnya adalah besar, di mana mahasiswa/i adalah seaktif mungkin dalam proses pembelajaran.
Apakah anda yang dosen yang membaca ini pernah ikut program seminar yang ceramah atau pidato sepanjang hari? Apakah anda ingin tidur atau pulang? Sekarang kebanyakan presenter menggunakan laptop dan data projector. Apakah ada bedanya? Setelah dua atau tiga presentasi apa anda ingin tidur atau pulang juga? Sama saja kan?
Yang akan paling meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah kalau kita di semua tingkat pendidikan menghidupkan/mengaktifkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), bukan isu seperti teknologi.
Teknologi Pendidikan adalah alat bantu untuk di mana ada kesempatan untuk meningkatkan mutu KBM, tetapi teknologinya harus cocok dan tidak perlu terlalu canggih. Kalau kita sering menggunakan teknologi yang sama, bila paling canggih, pelajar kita juga akan cepat mulai bosen. Sering teknologi yang paling membantu tujuan KBM kita adalah yang paling sederhana.
"Environmen yang sehat" Puluhan ribu sekolah di negara kita adalah rusak atau ambruk. Kalau kita menuju pendidikan yang bermutu "untuk semua" ini harus sebagai prioritas utama terhadap keadilan di bidang pendidikan. Walapun sumber-sumber pembelajaran dan fasilitas adalah isu yang sangat penting semua siswa-siswi di Indonesia berhak untuk mengakses sekolah yang aman dan nyaman.
"Konten dalam kurikulum dan bahan pembelajaran yang relevan untuk belajar basic skills". Kurikulum adalah isu yang terus perlu ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi untuk menghadapi masa depan dengan keberanian dan kreativitas, kalau negara kita berharap kemajuan.
Biasanya ada tiga kurikulum sebetulnya; kurikulum nasional, kurikulum daerah (mungkin konten lokal termasuk bahasa), dan kurikulum sekolah (mencerminkan keinginan dan kebutuhan lingkungan sekolah termasuk masyarakat dan industri). Kurikulum sekolah adalah isu yang sangat penting dan dapat di bentukkan dalam kegiatan ekstra-kurikular untuk menambah pembelajaran agama, sosial, kemandirian, keterampilan yang berhubungan dengan industri lokal (kejuruan), dll. Kurikulum sekolah dapat sangat membantu dengan isu-isu mutu SDM.
"Proses-proses di mana guru-guru yang terlatih menggunakan sistem pembelajaran child centered"
Apa maksudnya "child centered"? Child centered adalah sistem pembelajaran di mana fokus pembelajaran adalah dengan pelajar bukan guru. Guru sebagai fasilitator atau manajer proses pembelajaran. Misalnya di TK guru-guru sering mengajar anak-anak lewat kegiatan mainan. Di dalam kegiatan-kegiatan ini adalah pembelajaran misalnya pembelajaran isu sosial, hitung, bergambar, cerita dalam kata-kata sendiri, keterampilan kreativitas, dll.
Di tingkat SD sampai SMP sudah ada banyak contoh dan bukti penghasilan dari proses "Child Centered Learning" yang disebut Pengajaran Aktif, Kreatif, Efektif yang Menyenangkan (PAKEM) atau Pembelajaran Kontekstual di situs Basic Education (MBE).
Di tingkat SMU kita masih dapat menyaksikan banyak kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah menengah yang belum Student Centered. Mungkin karena masih banyak guru belum kenal dengan proses, atau seperti kami sudah mendengar di lapangan bahwa guru-guru masih ragu-ragu bahwa mereka dapat selesai menyampaikan kurikulum dalam waktunya kalau menggunakan proses PAKEM. Padahal lewat proses PAKEM siswa-siswi dapat belajar sangat cepat maupun enjoy (nikmat) pembelajaran sambil menambah pembelajaran "life skills" misalnya manajemen, kemandirian, penelitian, dll, sambil belajar topik utama#.
#Ingat di atas bahwa kami sebut "di setiap kelas kita wajib untuk mengajar sebanyak kompetensi mungkin dalam waktunya bila memakai KBK atau tidak"
Ini adalah salah satu isu yang sangat membedakan sekolah nasional dengan sekolah internasional. Beberapa sekolah nasional sudah melaksanakan proses pembelajaran kontekstual misalnya Madania di Parung, Bogor, Jawa Barat.
Di Perguruan Tinggi kita dapat menyaksikan kegiatan belajar mengajar di kebanyakan kelas yang paling pasif. Proses pembelajarannya biasanya sangat 'dosen centered' dengan mahasiswa/i dalam keadaan DM (duduk manis) dan jarang terkait dalam proses pembelajaran.
Apakah harus begini? Pasti Tidak!
Dosen-dosen, sama dengan guru-guru di sekolah, wajib untuk mengaktifkan mahasiswa/i dalam proses pembelajaran. Kita perlu menggunakan strategi-strategi, walapun kelasnya adalah besar, di mana mahasiswa/i adalah seaktif mungkin dalam proses pembelajaran.
Apakah anda yang dosen yang membaca ini pernah ikut program seminar yang ceramah atau pidato sepanjang hari? Apakah anda ingin tidur atau pulang? Sekarang kebanyakan presenter menggunakan laptop dan data projector. Apakah ada bedanya? Setelah dua atau tiga presentasi apa anda ingin tidur atau pulang juga? Sama saja kan?
Yang akan paling meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah kalau kita di semua tingkat pendidikan menghidupkan/mengaktifkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), bukan isu seperti teknologi.
Teknologi Pendidikan adalah alat bantu untuk di mana ada kesempatan untuk meningkatkan mutu KBM, tetapi teknologinya harus cocok dan tidak perlu terlalu canggih. Kalau kita sering menggunakan teknologi yang sama, bila paling canggih, pelajar kita juga akan cepat mulai bosen. Sering teknologi yang paling membantu tujuan KBM kita adalah yang paling sederhana.
Kamis, 05 Mei 2011
Fajar Online - Kajari Lepas Mappinawang
MAMUJU -- Setelah mendekam selama enam hari di Rutan Kelas II B Mamuju, sore kemarin Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju menyetujui permohonan penangguhan penahanan pengacara senior Mappinawang.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamuju, La Kamis menyatakan menerima permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pengacara mantan ketua KPU Sulsel itu setelah seluruh syarat formil penangguhan dianggap memenuhi. "Kami anggap beliau kooperatif selama ini. Ada jaminan keluarga dan sejumlah pengacara, juga telah mengembalikan dugaan kerugian negara," kata La Kamis usai menyetujui penangguhan penahanan tersebut di kantornya, Rabu 4 Mei.
La Kamis juga menyampaikan, dalam waktu satu atau dua pekan ke depan, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada tersangka Mappinawang terkait dugaan money laundering (pencucian uang).
Banyaknya penjamin yang diajukan tim Mappinawang, menurutnya, tidak akan berpengaruh. “Cukup satu orang penjamin pun Kejari Mamuju tetap akan memproses permohonan tersebut,” tandas La Kamis.
Sore kemarin, Mappinawang keluar dari Rutan Mamuju untuk menjalani pemeriksaan tambahan oleh Kasipidsus, Salahuddin. Usai meminta keterangan Mappinawang, jajaran Kejari Mamuju kembali mengecoh sejumlah wartawan yang menunggu di ruang ekspose Kejari. Mappinawang dikeluarkan melalui pintu samping kantor Kejari untuk kemudian mengemasi barang-barang dan menuju Hotel d'Maleo yang telah disiapkan Tim Pengacara Pembela Mappinawang (Tempa).
Ditemui di Rutan Mamuju, Mappinawang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas apresiasi Kejari Mamuju yang telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang dilayangkan timnya. Selama menjalani pemeriksaan di Kejari, dia mengaku tidak pernah mengalami intimidasi, kekerasan atau hal apapun yang harus membuatnya tertekan.
Terkait dengan banyaknya apresiasi dan dukungan moril masyarakat kepadanya, baik lewat jejaring sosial facebook maupun yang menyatakan dukungan langsung sebagai penjamin untuk pembebasan Mappinawang dianggapnya sebagai sebuah anugerah. “Saya berterima kasih, karena di saat mengalami cobaan ini, masih banyak orang yang menaruh kepercayaan kepada kami,” ucapnya.
Dia mengku tidak pernah meminta dukungan tersebut. Dia juga akan tetap komitmen pada profesinya sebagai pengacara dan tidak akan mundur walau diperhadapkan pada kasus demikian. Termasuk soal komitmennya untuk tetap eksis mendampingi kasus yang memerlukan penanganannya. "Mungkin mereka mengenal saya, telah berinteraksi dan sangat memahami pribadi saya. Saya berterima kasih pada Tuhan yang memberi teman seperti ini," akunya.
Soal kesediaannya untuk kembali mendampingi KPU Mamuju dan KPU lainnya ke depan, aku Mappi, akan dipertimbangkan kembali. Sebab dia menyampaikan akan menimbang lebih matang dan melihat perkembangan kasusnya sendiri yang telah menjeratnya sebagai tersangka dugaan money laundering setelah mendampingi KPU Mamuju. "Saya harus salat istiqharah apakah kembali menerima itu (pengacara KPU, red) atau tidak. Saya belum bisa menetukan sikap. Namun memang kita harus lebih berhati-hati," sebutnya.
Lantas apa hikmah yang dirasakan setelah enam malam menjalani hidup di Rutan? Kepada FAJAR, Mappinawang menyampaikan jika itu adalah bagian penempaan diri setelah ratusan kasus dan pendampingan hukum yang diberikan selama ini. Begitu meninggalkan Rutan sekira pukul 19.00 Wita, Mappi yang terus didampingi Koordinator Tempa, Hasbi Abdullah dan Husaema Husain sempat menyalami sejumlah rekan sesama tahanan di Rutan Mamuju.
"Kesan saya kalau orang mau tamat tentara atau polisi ada penyerahan baret. Ini saya anggap sebagai bagian pengalaman hidup di usia profesi saya yang telah 24 tahun," sebutnya.
Sementara itu, juru bicara Mappinawang, Supriansa dan Koordinator Tempa Hasbi Abdullah mengatakan, saat ini pihaknya hanya fokus untuk memberikan ketenangan bagi Mappinawang, sebelum menyusun langkah hukum secara bersama-sama.
Mereka juga menampik adanya dugaan pembunuhan karakter yang dilakukan oknum tertentu atas kasus yang dialamatkan ke Mappinawang. Termasuk jika kasus Mappinawang dijadikan kelinci percobaan untuk pelaksanaan Tipikor di Kejati Sulselbar di Makassar nantinya. "Kami tidak melihat ke arah itu. Kami tetap berpikir bijak dan Pak Mappi tidak akan lari dari proses hukum ini," sebut Supriansa.
Meski begitu, Supriansa berharap jika kasus ini tetap akan berjalan dengan baik. Kalaupun jaksa tetap menganggap ada pelanggaran yang dilakukan Mappinawang, kata Supriansa, maka pihaknya akan kooperatif dan siap memenuhi jadwal pemeriksaan. Sebaliknya, jika ternyata jaksa tidak menemukan persoalan mendasar, Supriansa berharap kasus ini bisa selesai dengan baik. (nur)
Langganan:
Postingan (Atom)



